definisi khalifah
NO
|
NAMA
|
GAMBAR
|
DEFINISI
|
1
|
Al-Mustanshir II
(1261-1262 M)
|
Al-Mustanshir II dikenal dengan nama Al-Mustanshir Billah, bergelar Abu al-Qasim, dengan nama lengkap Ahmad bin Azh-Zhahir Biamrillah Abu Nashr Muhammad bin an-Nashir Lidinillah adalah Khalifah Bani Abbasiyah pertama yang berkuasa dari 1261sampai 1262 dan dilantik di Kairo, Mesir, setelah penaklukan Baghdad oleh orangMongol pada tahun 1258.
Khalifah berhasil menaklukkan al-Haditsah, lalu Hita. Saat itulah
datang tentara Mongol, dimana kedua pasukan bertempur sengit. Sebagian
kaum muslimin terbunuh dalam pertempuran itu. Sedangkan khalifah sendiri
dihukum pancung. Tetapi ada pula yang menyatakan bahwa dia selamat dan
melarikan diri.
Peristiwa ini terjadi pada 3 Muharram 660 H / 28 November 1261. Dengan demikian dia hanya menjabat sebagai khalifah dalam waktu tiga bulan lebih.
| |
2
|
Al-Hakim I
(1262-1302 M)
|
Al-Hakim I adalah khalifah abasiyah di Mesir (mamluk) yang berkuasa antara tahun 1262-1302 M.
Ketika
Al-Multanshir wafat, Al-Hakim berangkat ke Rahbah. Dia mendatangi Isya
bin Muhanna. Sultan bayibars kemudian meminta lagi Al Hakim datag ke
Mesir. Al Hakim datang disertai oleh anak dan pengikutnya dan disambut
sultan dengan penuh hormat dan segerah dibaiat menjadi khalifa dan
ditempatkan dibenteng yang kokoh. Sejak itu keturunannya selam masa dua
setengah abad dibaiat menjadi khalifah,teapi tidak mempunyai pengaruh
sehingga kalangan sejarawan menyebutnya khalifah bayangan.
| |
3
|
Al-Mustakfi II
(1302-1340 M)
|
Abu ar-Rabi' Sulaiman al-Mustakfi Billah bin al-Hakim Biamrillah atau lebih dikenal dengan Al-Mustakfi II (lahir pada bulan Muharram 684 H wafat di Qush pada bulan Sya'ban 740 H/1340) adalah seorangKhalifah Abbasiyah di Kairo, Mesir pada tahun 1302-1340.
Khalifah yang telah mempelajari beberapa ilmu ini dilantik menjadi khalifah pada bulan Jumadal Ula 701 H/1302, sesuai wasiat ayahnya. Namanya sering disebut-sebut dalam khutbah di Mesir maupun di Syam.
| |
4
|
Al-Watsiq II
(1340-1341 M)
|
Abu
Ishaq Al-Watsiq Billah Ibrahim bin Waliyyi al-'Ahdi al-Mustamsik Billah
Abu Abdillah Muhammad bin al-Hakim Biamrillah Abu al-'Abbas Ahmad atau lebih dikenal dengan Ibrahim dan memiliki gelarAl-Watsiq II adalah seorang KhalifahAbbasiyah di Kairo, Mesir pada tahun 1340-1341.
Al-Watsiq
II di angkat sebagai putra mahkota oleh kakeknya yaitu Al-Hakim I,
dengan anggapan bahwa cucunya itu mampu mengemban tugas-tugas khalifah.
Namun setelah dicoba, ternyata ia tidak mampu, sehingga al-Hakim I
segera mencopotnya dari jabatan putra mahkota, lalu diberikan kepada
putranya yang lain, yaitu Al-Mustakfi II,
paman Al-Watsiq II. Ibrahim tidak layak menjadi calon khalifah karena
dikenal sebagai sosok yang banyak bermain dan berakhlak rendah. Ibrahim
inilah yang kemudian menyebarkan fitnah tentang Khalifah al-Mustakfi II,
yang tidak lain adalah pamannya, kepada sultan sehingga timbul konflik
dan perseteruan antara khalifah dengan sultan yang sebelumnya mereka
berdua seperti dua bersaudara. Ketika al-Mustakfi II meninggal dunia di
kota Qush. maka Ahmad, putranya, menggantikannya menjadi khalifah sesuai
dengan wasiat ayahnya. Namun sultan mengabaikan putusan al-Mustakfi II,
ia malah membai'at Ibrahim sebagai khalifah dengan diberi gelar
Al-Watsiq Billah.
| |
5
|
Al-Hakim II
(1341-1352 M)
|
Abu al-'Abbas Ahmad al-Hakim Biamrillah bin al-Mustakfi atau lebih dikenal denganAhmad dan memiliki gelar Al-Hakim IIadalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo,Mesir pada tahun 1341-1352.Pada
saat kepemimpinan Al-Watsiq II, sultan menyesali keputusannya
mengangkat Al-Watsiq II sebagai khalifah. Maka ia memecat Ibrahim dari
jabatan khalifah dan mengangkat Ahmad sebagai penggantinya dengan gelar
al-Hakim II. Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram 742 H
| |
6
|
Al-Mu’tadid I
(1352-1362 M)
| 1352 Masehi adalah tahun pada milenium ke-2,abad ke-14, dan dekade 1350-an dalam kalender Gregorian. PERISTIWA
KELAHIRANKEMATIAN
| |
7
|
Al-Mutawakkil I
|
Abu Abdillah Muhammad al-Mutawakkil 'Alallah bin al-Mu'tadhid Billah adalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo, Mesiryang
menjabat dalam waktu yang sangat panjang yaitu 45 tahun, yang diselingi
dengan masa pemberhentian dan pemenjaraan. Masa kekuasaannya adalah
pada tahun 1362 – 1377 M menggantikan khalifah Al-Mu’tadid I,1377 - 1383 M menggantikan khalifah Al-Musta’shim II,dan 1389- 1406 M menggantikan khalifah Al-musta’shim II pada periode kedua masa kepemimpinanya pada tahun1386-1389.
| |
8
|
Al-Musta’shim II
|
Abu Yahya Zakaria Al-Musta'shim Billah bin Ibrahim al-Watsiq Billah bin al-Mustamsik Billah bin al-Hakim Biamrillahadalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo,Mesir pada tahun 1377 dan pada tahun 1386– 1389.
| |
9
|
Al-Watsiq III
(1383-1386 M)
|
Umar al-Watsiq Billah bin Ibrahim al-Mustamsik Billah bin al-Hakim Biamrillah) adalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo,Mesir pada tahun 1383 - 1386.
Ia dilantik sebagai khalifah setelah pencopotan saudaranya pada bulan Rajabtahun 785 H/1383. Sejak tahun tersebut ia menjadi khalifah sampai tutup usia bulanSyawal tahun 788 H.
| |
10
|
Al-Musta’in
(1406-1414 M)
|
Al-Musta'in adalah khalifah Abbasiyah dari tahun (1406-1414 M). Setelah mangkatnya pendahulunya al-Muntashir, para tetua Turki membentuk dewan untuk menentukan penggantinya: bukan al-Mu'tazz, ataupun saudaranya yang lain; sehingga mereka memilih al-Musta'in, cucu al-Mu'tasim Billah yang lain.Ia dihukum mati pada tahun 866, atas perintah al-Mu'tazz yang mengkhianatinya.
| |
11
|
Al-mu’tadhid III
(1414-1441 M)
|
Abu al-Fath Dawud al-Mu'tadhid Billah bin al-Mutawakkil 'Alallah (Wafat pada Rabiul Awwal 845 H/1441) adalah seorang Khalifah Abbasiyahdi Kairo, Mesir pada tahun 1414-1441.
Al-Mu'tadhid dilantik menjadi khalifah setelah pencopotan saudaranya Al-Musta'in II pada hari Kamis, 16 Dzulhijjah 816 H, dalam riwayat lain pada tahun 815 H. Yang menjadi sultan ketika itu adalah al-Muayyid.
| |
12
|
Al-Mustakfi III
(1441-1451 M)
|
Abu ar-Rabi' Sulaiman al-Mustakfi Billah bin al-Mutawakkil 'Alallah (lahir pada tahun 791 H dan wafat pada hari Jum'at, 25 Dzulhijjah 854 H/29 Januari 1441) adalah seorang Khalifah Abbasiyahdi Kairo, Mesir pada tahun 1441-1451.[1] Ia dilantik menjadi khalifah atas wasiat saudara kandungnya."
Al-Mustakfi III dinilai sebagai pribadi yang memiliki
nilai-nilai kesalehan. Sangat taat beragama dan dikenal ahli ibadah.
Banyak membaca al-Qur'an, banyak mengerjakan salat, dan bermunajat kepada Allah. Al-Mu'tadhid III menggambarkan perilaku saudaranya itu sebagai berikut, Saya tidak pernah melihat sejak kecilnya Sulaiman melakukan dosa besar."
| |
13
|
Al-Qa’im I
(1451-1455 M)
|
Abu al-Baqa Hamzah al-Qaim Biamrillah bin al-Mutawakkil 'Alallah (wafat pada tahun 863 H) adalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo,Mesir pada tahun 1451-1455.
Al-Qaim dikenal sangat pemberani dan keras, namun tidak
mampu menegakkan khilafah, kecuali beberapa sisinya saja. Dia terkenal
kejam. Sifat yang berbeda dengan saudara-saudaranya.
Pada masa pemerintahannya, Sultan Malik azh-Zhahir Jaqmaq wafat pada awal tahun 857 H.
Maka Utsman, anaknya dilantik menggantikannya dengan gelar al-Manshur.
Tetapi ia berkuasa begitu singkat, yaitu menjadi sultan hanya satu
setengah bulan saja. Penyebabnya ialah karena kekuasaanya direbut oleh
Inal bahkan Inal menangkapnya. Kemudian khalifah mengangkat Inal sebagai
sultan padaRabiul awal. Gelarnya adalah al-Asyraf.
Setelah itu terjadi perseteruan antara dia dengan
khalifah. Perseteruan terjadi karena ada beda pendapat tentang pasukan.
Akibatnya pada bulanJumadal akhir tahun 859 H khalifah dilengserkan. Lalu dipenjarakan di Iskandariahsampai wafat pada tahun 683 H. Jenazahnya dikuburkan dekat kuburan saudaranya, Al-Musta'in II.
Uniknya, kedua kakak-beradik ini adalah dua khalifah
yang dicopot dari jabatannya. Lalu keduanya sama-sama dimasukkan ke
penjara di kota yang sama, dan jenazahnya dikuburkan juga di kota yang
sama.
| |
14
|
Al-Mustanjid II
(1455-1479 M)
|
Abu al-Mahasin Yusuf al-Mustanjid Billah bin al-Mutawakkil 'Alallah (wafat pada hari Sabtu, 14Muharram 888 H/22 Februari 1483) adalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo, Mesir pada tahun 1455-1479.
Ia dilantik sebagai khalifah setelah saudaranya,Al-Qa'im II. Yang menjadi sultan saat itu ialah al-Asyraf Inal yang wafat pada tahun 865 H.
Pengganti Inal adalah Ahmad, anaknya, dengan gelar al-Muayyid. Namun
kesultanannya direbut oleh Khasqadam. Khasqadam resmi diangkat oleh
khalifah sebagai sultan setelah penangkapan al-Muayyid bulan Ramadhan.
Gelarnya adalah azh-Zhahir. Ia menjadi sultan hingga wafat padaRabiul awal 872 H.
| |
15
|
Al-Mutawakkil II
(1479-1497M)
|
Abu al-'Izz Abdul Aziz al-Mutawakkil 'Alallah bin Ya'qub bin al-Mutawakkil 'Alallah (lahir pada tahun 819 H, wafat pada hari Rabu, 30 Muharram 903 H/27 September 1497) adalah seorangKhalifah Abbasiyah di Kairo, Mesir pada tahun1479-1497.
Al-Mutawakkil II dibesarkan secara terhormat, banyak
dimintai pendapat. Akhlaknya yang mulia membuat dia sangat dicintai
masyarakat dan para pembesar. Dikenal sebagai khalifah yang rendah hati,
perilakunya menyejukkan, dan wajahnya selalu ceria saat bertemu siapa
pun. Ia juga memiliki wawasan yang luas, banyak menggeluti ilmu. Ia
pernah belajar kepada ayah dari as-suyuthi dan kepada yang lain. Dia dinikahkan oleh pamannya Al-Mustakfi III dengan putrinya sendiri yang kemudian melahirkan anak yang saleh. Dengan demikian ia adalah Bani Hasyim di tengah Bani Hasyim.
Ketika Al-Mustanjid II menderita sakit dalam waktu lama, ia mewasiatkan kekhalifahan kepadanya. Maka hari Senin, 16 Muharram 884H,
ia langsung dilantik sebagai khalifah setelah al-Mustanjid wafat.
Pelantikannya dihadiri oleh sultan, para hakim dan para pembesar.
Awalnya ia ingin menyandang gelar al-Musta'in Billah, tetapi akhirnya ia
memilih gelar al-Mutawakkil 'Alallah. Dengan diiring oleh para hakim
dan para pembesar, ia kembali ke kediamannya. Hari itu merupakan hari
yang sangat bersejarah baginya. Tetapi kemudian ia kembali ke benteng,
tempat yang pernah menjadi kediaman al-Mustanjid.[2]
| |
16.
|
Al-Mustamsik
(1497-1508 M)
(1516-1517 M)
| Nama aslinya adalah Yaqub bin Al Mutawakil II. Ayahnya adalah Khalifah Al Mutawwakil II Ketika Al Mutawakil wafat pada Rabu Akhir Muharram 903 H / Septem-ber 1497, ia dibaiat menjadi Khalifah sesuai dengan wasiat ayahnya dengan gelar Al Mustamsik Billah. Beliau memerintah sampai tahun 1508, kemudian digantikan oleh putranya, Muhammad yang bergelar Al Mutawakil III. Tetapi pada tahun 1516, ketika Khalifah Al Mutawakil tidak berada di Mesir dan berada ditangan Sultan Salim, beliau dinaikan kembali menjadi Khalifah. Kekhalifahnannya yang kedua itu berlangsung singkat, karena tak lama kemudian beliau diturunkan kembali setelah Sultan Salim menaklukan Mesir. Beliau sendiri akhirnya wafat pada tahun 1521 M. | |
17
|
Al-Muwakkil III
| Muhammad al-Mutawakkil 'Alallah III berkuasa1509 hingga 1516, dan kembali pada tahun 1517, adalah khalifah terakhir Bani Abbasiyah yang beribukota di Kairo. Beliau bernama asli Muhammad, merupakan putra dari Khalifah Al Mustamsik. Ia dibaiat menjadi Khalifah setelah pencopotan Khalifah Al Mustamsik pada tahun 1508. Diawal Kekhalifahannya ini terjadi Perang Chaul antara Armada Portugis yang dipimpin Lourenço de Almeida dengan Armada Mesir. Dalam perang ini armada Portugis berhasil dikalahkan dan pimpinannya terbunuh, tetapi pada tahun berikutnya Armada Mesir beserta sekutunya dikalahkan dalam Perang Diu sehingga Pelabuhan Diu direbut oleh Francisco de Almeida dari Kesultanan Gujarat. Beberapa tahun setelah itu, Afonso de Albuquerque merebut Aden, sedangkan pasukan Mesir menderita malapetaka di Yaman. Sultan Al-Ashraf Qansuh al-Ghawri kemudian mempersiapkan armada baru untuk mengusir musuh dan melindungi pedagang India, tetapi sebelum hasilnya diketahui, Mesir telah kehilangan kedaulatannya, dimana Laut merah serta Mekah dan Semenanjung Arabia jatuh ketangan Kesultanan Usmaniyah. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar