Jumat, 19 Desember 2014

tugas kelompok 4

definisi khalifah


NO
NAMA
GAMBAR
DEFINISI
1
Al-Mustanshir II
(1261-1262 M)
Al-Mustanshir II dikenal dengan nama Al-Mustanshir Billah, bergelar Abu al-Qasim, dengan nama lengkap Ahmad bin Azh-Zhahir Biamrillah Abu Nashr Muhammad bin an-Nashir Lidinillah adalah Khalifah Bani Abbasiyah pertama yang berkuasa dari 1261sampai 1262 dan dilantik di KairoMesir, setelah penaklukan Baghdad oleh orangMongol pada tahun 1258. Khalifah berhasil menaklukkan al-Haditsah, lalu Hita. Saat itulah datang tentara Mongol, dimana kedua pasukan bertempur sengit. Sebagian kaum muslimin terbunuh dalam pertempuran itu. Sedangkan khalifah sendiri dihukum pancung. Tetapi ada pula yang menyatakan bahwa dia selamat dan melarikan diri.
Peristiwa ini terjadi pada 3 Muharram 660 H / 28 November 1261. Dengan demikian dia hanya menjabat sebagai khalifah dalam waktu tiga bulan lebih.
2
Al-Hakim I
(1262-1302 M)
Al-Hakim I adalah khalifah abasiyah di Mesir (mamluk) yang berkuasa antara tahun 1262-1302 M.
Ketika Al-Multanshir wafat, Al-Hakim berangkat ke Rahbah. Dia mendatangi Isya bin Muhanna. Sultan bayibars kemudian meminta lagi Al Hakim datag ke Mesir. Al Hakim datang disertai oleh anak dan pengikutnya dan disambut sultan dengan penuh hormat dan segerah dibaiat menjadi khalifa dan ditempatkan dibenteng yang kokoh. Sejak itu keturunannya selam masa dua setengah abad dibaiat menjadi khalifah,teapi tidak mempunyai pengaruh sehingga kalangan sejarawan menyebutnya khalifah bayangan.
3
Al-Mustakfi II
(1302-1340 M)
Abu ar-Rabi' Sulaiman al-Mustakfi Billah bin al-Hakim Biamrillah  atau lebih dikenal dengan Al-Mustakfi II (lahir pada bulan Muharram 684 H wafat di Qush pada bulan Sya'ban 740 H/1340) adalah seorangKhalifah Abbasiyah di KairoMesir pada tahun 1302-1340.
Khalifah yang telah mempelajari beberapa ilmu ini dilantik menjadi khalifah pada bulan Jumadal Ula 701 H/1302, sesuai wasiat ayahnya. Namanya sering disebut-sebut dalam khutbah di Mesir maupun di Syam.
4
Al-Watsiq II
(1340-1341 M)
Abu Ishaq Al-Watsiq Billah Ibrahim bin Waliyyi al-'Ahdi al-Mustamsik Billah Abu Abdillah Muhammad bin al-Hakim Biamrillah Abu al-'Abbas Ahmad atau lebih dikenal dengan Ibrahim dan memiliki gelarAl-Watsiq II adalah seorang KhalifahAbbasiyah di KairoMesir pada tahun 1340-1341.
Al-Watsiq II di angkat sebagai putra mahkota oleh kakeknya yaitu Al-Hakim I, dengan anggapan bahwa cucunya itu mampu mengemban tugas-tugas khalifah. Namun setelah dicoba, ternyata ia tidak mampu, sehingga al-Hakim I segera mencopotnya dari jabatan putra mahkota, lalu diberikan kepada putranya yang lain, yaitu Al-Mustakfi II, paman Al-Watsiq II. Ibrahim tidak layak menjadi calon khalifah karena dikenal sebagai sosok yang banyak bermain dan berakhlak rendah. Ibrahim inilah yang kemudian menyebarkan fitnah tentang Khalifah al-Mustakfi II, yang tidak lain adalah pamannya, kepada sultan sehingga timbul konflik dan perseteruan antara khalifah dengan sultan yang sebelumnya mereka berdua seperti dua bersaudara. Ketika al-Mustakfi II meninggal dunia di kota Qush. maka Ahmad, putranya, menggantikannya menjadi khalifah sesuai dengan wasiat ayahnya. Namun sultan mengabaikan putusan al-Mustakfi II, ia malah membai'at Ibrahim sebagai khalifah dengan diberi gelar Al-Watsiq Billah.
5
Al-Hakim II
(1341-1352 M)
Abu al-'Abbas Ahmad al-Hakim Biamrillah bin al-Mustakfi  atau lebih dikenal denganAhmad dan memiliki gelar Al-Hakim IIadalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo,Mesir pada tahun 1341-1352.Pada saat kepemimpinan Al-Watsiq II, sultan menyesali keputusannya mengangkat Al-Watsiq II sebagai khalifah. Maka ia memecat Ibrahim dari jabatan khalifah dan mengangkat Ahmad sebagai penggantinya dengan gelar al-Hakim II. Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram 742 H
6
Al-Mu’tadid I
(1352-1362 M)

1352 Masehi adalah tahun pada milenium ke-2,abad ke-14, dan dekade 1350-an dalam kalender Gregorian.

PERISTIWA

KELAHIRAN

KEMATIAN

7
Al-Mutawakkil I
Abu Abdillah Muhammad al-Mutawakkil 'Alallah bin al-Mu'tadhid Billah adalah seorang Khalifah Abbasiyah di KairoMesiryang menjabat dalam waktu yang sangat panjang yaitu 45 tahun, yang diselingi dengan masa pemberhentian dan pemenjaraan. Masa kekuasaannya adalah pada tahun  1362 – 1377 M menggantikan khalifah Al-Mu’tadid I,1377 - 1383 M menggantikan khalifah Al-Musta’shim II,dan  13891406 M menggantikan khalifah Al-musta’shim II pada periode kedua masa kepemimpinanya pada tahun1386-1389.
8
Al-Musta’shim II
Abu Yahya Zakaria Al-Musta'shim Billah bin Ibrahim al-Watsiq Billah bin al-Mustamsik Billah bin al-Hakim Biamrillahadalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo,Mesir pada tahun 1377 dan pada tahun 1386– 1389.
9
Al-Watsiq III
(1383-1386 M)
Umar al-Watsiq Billah bin Ibrahim al-Mustamsik Billah bin al-Hakim Biamrillah) adalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo,Mesir pada tahun 1383 - 1386.
Ia dilantik sebagai khalifah setelah pencopotan saudaranya pada bulan Rajabtahun 785 H/1383. Sejak tahun tersebut ia menjadi khalifah sampai tutup usia bulanSyawal tahun 788 H.
10
Al-Musta’in
(1406-1414 M)
Al-Musta'in adalah khalifah Abbasiyah dari tahun (1406-1414 M). Setelah mangkatnya pendahulunya al-Muntashir, para tetua Turki membentuk dewan untuk menentukan penggantinya: bukan al-Mu'tazz, ataupun saudaranya yang lain; sehingga mereka memilih al-Musta'in, cucu al-Mu'tasim Billah yang lain.Ia dihukum mati pada tahun 866, atas perintah al-Mu'tazz yang mengkhianatinya.
11
Al-mu’tadhid III
(1414-1441 M)
Abu al-Fath Dawud al-Mu'tadhid Billah bin al-Mutawakkil 'Alallah (Wafat pada Rabiul Awwal 845 H/1441) adalah seorang Khalifah Abbasiyahdi KairoMesir pada tahun 1414-1441.
Al-Mu'tadhid dilantik menjadi khalifah setelah pencopotan saudaranya Al-Musta'in II pada hari Kamis, 16 Dzulhijjah 816 H, dalam riwayat lain pada tahun 815 H. Yang menjadi sultan ketika itu adalah al-Muayyid.
12
Al-Mustakfi III
(1441-1451 M)
Abu ar-Rabi' Sulaiman al-Mustakfi Billah bin al-Mutawakkil 'Alallah  (lahir pada tahun 791 H dan wafat pada hari Jum'at, 25 Dzulhijjah 854 H/29 Januari 1441) adalah seorang Khalifah Abbasiyahdi KairoMesir pada tahun 1441-1451.[1] Ia dilantik menjadi khalifah atas wasiat saudara kandungnya."
Al-Mustakfi III dinilai sebagai pribadi yang memiliki nilai-nilai kesalehan. Sangat taat beragama dan dikenal ahli ibadah. Banyak membaca al-Qur'an, banyak mengerjakan salat, dan bermunajat kepada Allah. Al-Mu'tadhid III menggambarkan perilaku saudaranya itu sebagai berikut, Saya tidak pernah melihat sejak kecilnya Sulaiman melakukan dosa besar."
13
Al-Qa’im I
(1451-1455 M)
Abu al-Baqa Hamzah al-Qaim Biamrillah bin al-Mutawakkil 'Alallah (wafat pada tahun 863 H) adalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo,Mesir pada tahun 1451-1455.
Al-Qaim dikenal sangat pemberani dan keras, namun tidak mampu menegakkan khilafah, kecuali beberapa sisinya saja. Dia terkenal kejam. Sifat yang berbeda dengan saudara-saudaranya.
Pada masa pemerintahannya, Sultan Malik azh-Zhahir Jaqmaq wafat pada awal tahun 857 H. Maka Utsman, anaknya dilantik menggantikannya dengan gelar al-Manshur. Tetapi ia berkuasa begitu singkat, yaitu menjadi sultan hanya satu setengah bulan saja. Penyebabnya ialah karena kekuasaanya direbut oleh Inal bahkan Inal menangkapnya. Kemudian khalifah mengangkat Inal sebagai sultan padaRabiul awal. Gelarnya adalah al-Asyraf.
Setelah itu terjadi perseteruan antara dia dengan khalifah. Perseteruan terjadi karena ada beda pendapat tentang pasukan. Akibatnya pada bulanJumadal akhir tahun 859 H khalifah dilengserkan. Lalu dipenjarakan di Iskandariahsampai wafat pada tahun 683 H. Jenazahnya dikuburkan dekat kuburan saudaranya, Al-Musta'in II.
Uniknya, kedua kakak-beradik ini adalah dua khalifah yang dicopot dari jabatannya. Lalu keduanya sama-sama dimasukkan ke penjara di kota yang sama, dan jenazahnya dikuburkan juga di kota yang sama.
14
Al-Mustanjid II
(1455-1479 M)
Abu al-Mahasin Yusuf al-Mustanjid Billah bin al-Mutawakkil 'Alallah (wafat pada hari Sabtu, 14Muharram 888 H/22 Februari 1483) adalah seorang Khalifah Abbasiyah di KairoMesir pada tahun 1455-1479.
Ia dilantik sebagai khalifah setelah saudaranya,Al-Qa'im II. Yang menjadi sultan saat itu ialah al-Asyraf Inal yang wafat pada tahun 865 H. Pengganti Inal adalah Ahmad, anaknya, dengan gelar al-Muayyid. Namun kesultanannya direbut oleh Khasqadam. Khasqadam resmi diangkat oleh khalifah sebagai sultan setelah penangkapan al-Muayyid bulan Ramadhan. Gelarnya adalah azh-Zhahir. Ia menjadi sultan hingga wafat padaRabiul awal 872 H.
15
Al-Mutawakkil II
(1479-1497M)
Abu al-'Izz Abdul Aziz al-Mutawakkil 'Alallah bin Ya'qub bin al-Mutawakkil 'Alallah (lahir pada tahun 819 H, wafat pada hari Rabu, 30 Muharram 903 H/27 September 1497) adalah seorangKhalifah Abbasiyah di KairoMesir pada tahun1479-1497.
Al-Mutawakkil II dibesarkan secara terhormat, banyak dimintai pendapat. Akhlaknya yang mulia membuat dia sangat dicintai masyarakat dan para pembesar. Dikenal sebagai khalifah yang rendah hati, perilakunya menyejukkan, dan wajahnya selalu ceria saat bertemu siapa pun. Ia juga memiliki wawasan yang luas, banyak menggeluti ilmu. Ia pernah belajar kepada ayah dari as-suyuthi dan kepada yang lain. Dia dinikahkan oleh pamannya Al-Mustakfi III dengan putrinya sendiri yang kemudian melahirkan anak yang saleh. Dengan demikian ia adalah Bani Hasyim di tengah Bani Hasyim.
Ketika Al-Mustanjid II menderita sakit dalam waktu lama, ia mewasiatkan kekhalifahan kepadanya. Maka hari Senin, 16 Muharram 884H, ia langsung dilantik sebagai khalifah setelah al-Mustanjid wafat. Pelantikannya dihadiri oleh sultan, para hakim dan para pembesar. Awalnya ia ingin menyandang gelar al-Musta'in Billah, tetapi akhirnya ia memilih gelar al-Mutawakkil 'Alallah. Dengan diiring oleh para hakim dan para pembesar, ia kembali ke kediamannya. Hari itu merupakan hari yang sangat bersejarah baginya. Tetapi kemudian ia kembali ke benteng, tempat yang pernah menjadi kediaman al-Mustanjid.[2]
  • Pada tahun ketika ia dilantik, al-Malik al-Asyraf Qaytbay mengadakan perjalanan ke negeri Hijaz untuk menunaikan ibadah haji. Ini adalah peristiwa penting karena lebih dari seratus tahun para sultan tidak pernah melakukan ibadah haji. Ia memulai perjalan hajinya dengan ziarah keMadinah. Setelah membagi-bagikan uang sebesar enam ribu dinar di Madinah, ia pergi ke Mekkah dan membagikan uang sebanyak lima ribu dinar. Dia lantas menunjuk orang yang akan mengajar di sekolah yang ia bangun. Usai menunaikan ibadah haji, ia pulang ke Mesir. Kota-kota di Mesir dihias untuk menyambut kepulangannya.
  • Pada tahun 885 H, tentara Mesir pimpinan Dawadar bergerak menuju Irak. Mereka bertemu dengan pasukan Ya'qub Syah. Dalam pertempuran ini tentara Mesir kalah. Sebagian dari mereka terbunuh, sedang sebagian lainnya ditawan. Dawadar sendiri ditawan dan kepalanya dipenggal. Peristiwa ini terjadi pada paruh kedua Ramadhan.
  • Ahad, 17 Muharram 886 H, terjadi gempa bumi hebat usai salat Ashar. Gunung-gunung dan bangunan-bangunan bergoncang. Sekalipun gempa itu tidak berlangsung lama, namun memakan korban dengan meninggalnya hakim agung Syarafuddin bin Id, salah seorang ulama besar mazhab Hanafikarena tertimpa reruntuhan tembok madrasah as-Saleh.
  • Pada bulan Rabiul awal di tahun yang sama, seseorang yang bernama Khaki dari India datang ke Mesir. Ia mengaku berumur dua ratus lima puluh tahun. As-Suyuthi menemuinya, dan menanggapnya bahwa pria tersebut merupakan pria yang sangat kuat, semua jenggotnya hitam, sehingga secara logika tidak mungkin umurnya sudah tujuh puluh tahun, lebih-lebih jika telah mencapai dua ratus lima puluh tahun. Menurut as-Suyuthi pria tersebut telah berdusta. Menurut kabar tersiar yang didengar oleh as-Suyuthi, katanya, ia juga telah menunaikan ibadah haji pada usia delapan belas tahun. Lalu ia kembali ke India.
  • Pada bulan Syawal di tahun yang sama, datang surat dari Madinah yang mengabarkan bahwa pada malam 13 Ramadhan ada petir dari langit menyambar menara tempat adzan, bahkan membakarnya petir itu menjatuhkan atas Masjid Nabawi dan menghanguskan sejumlah kitab, sehingga yang tersisa hanya tembok. Ini adalah kejadian yang begitu menakutkan.
  • Hari Rabu, 30 Muharram tahun 903 H, khalifah wafat. Ia mewasiatkan jabatan khalifah kepada putranya yang bernama Ya'qub dengan gelar al-Mustamsik Billah.
16.
Al-Mustamsik
(1497-1508 M)
(1516-1517 M)

Nama aslinya adalah Yaqub bin Al Mutawakil II. Ayahnya adalah Khalifah Al Mutawwakil II
Ketika Al Mutawakil wafat pada Rabu Akhir Muharram 903 H / Septem-ber 1497, ia dibaiat menjadi Khalifah sesuai dengan wasiat ayahnya dengan gelar Al Mustamsik Billah. Beliau memerintah sampai tahun 1508, kemudian digantikan oleh putranya, Muhammad yang bergelar Al Mutawakil III. Tetapi pada tahun 1516, ketika Khalifah Al Mutawakil tidak berada di Mesir dan berada ditangan Sultan Salim, beliau dinaikan kembali menjadi Khalifah. Kekhalifahnannya yang kedua itu berlangsung singkat, karena tak lama kemudian beliau diturunkan kembali setelah Sultan Salim menaklukan Mesir. Beliau sendiri akhirnya wafat pada tahun 1521 M.
17
Al-Muwakkil III
Muhammad al-Mutawakkil 'Alallah III berkuasa1509 hingga 1516, dan kembali pada tahun 1517, adalah khalifah terakhir Bani Abbasiyah yang beribukota di Kairo. Beliau bernama asli Muhammad, merupakan putra dari Khalifah Al Mustamsik.
Ia dibaiat menjadi Khalifah setelah pencopotan Khalifah Al Mustamsik pada tahun 1508. Diawal Kekhalifahannya ini terjadi Perang Chaul antara Armada Portugis yang dipimpin Lourenço de Almeida dengan Armada Mesir. Dalam perang ini armada Portugis berhasil dikalahkan dan pimpinannya terbunuh, tetapi pada tahun berikutnya Armada Mesir beserta sekutunya dikalahkan dalam Perang Diu sehingga Pelabuhan Diu direbut oleh Francisco de Almeida dari Kesultanan Gujarat. Beberapa tahun setelah itu, Afonso de Albuquerque merebut Aden, sedangkan pasukan Mesir menderita malapetaka di Yaman. Sultan Al-Ashraf Qansuh al-Ghawri kemudian mempersiapkan armada baru untuk mengusir musuh dan melindungi pedagang India, tetapi sebelum hasilnya diketahui, Mesir telah kehilangan kedaulatannya, dimana Laut merah serta Mekah dan Semenanjung Arabia jatuh ketangan Kesultanan Usmaniyah.

tugas kelompok 3

KELOMPOK3
KEKHALIFAHAN BANI ABASYAH DI BAGHDAD 750-1258 MASEHI
NO
KHALIFAH
FOTO
DEFINISI
1.
Abdul abas as-syafah (750 M)
 
Muhamad as-saffah atau abbas berhasil merebut kekuasaan dari bani umayah pada 750 M. ia memanfaatkan ketidakpuasan orang-orang islam non arab, kalangan syi’ah serta keluarganya sendiri, keluarga hasyim. Ia membangun kekuasaan itu bersama abu muslim dari kurasan, maka yang di lakukanya adalah mengurangi pengaruh arab di pemerintahan. Hanya 4 tahun as-saffah memerintahan, dan ia pun meninggal.
2
Abu ja’far / Al manshur (754-785 M)
Abu ja’far  adalah khalifah pertama yang menggunakan gelar untuk dirinya sendiri, ia menggunakan gelar Al mansyur, pemerintahanya banyak mengakomodasi kepentingan masyarakat persia. Al mansyur di anggap sebagai tonggak pembangunan kejayaan, namun itu di lakukanya menggunakan tangan besi pula. Abdulah dan shalih bin ali, dua orang pamanya yg menolak berbai’at untuknya dibunuh abu muslim atas suruhanya. Ia kemudian mengenalkan konsep ‘wazir’ yg sekarang di istilahkan sebagai perdana mentri. Di sisi lain baghdad di bangunnya sebagai pusat peradaban, ilmu dan kesenian di kembangkan.
3.
Al mahdi (755-785 M)
Pada masa kepemimpinanya,  kemakmuran masyarakat terwujud. Program irigasi berhasil meningkatkan produksi pertanian berkali lipat. Jalur perdagangan dari asia tengah dan timur hingga eropa melalui wilayah kekhalifahan
abasyah berjalan pesat. Bersamaan dengan itu ilmu pengetahuan tumbuh subur.
4.
Al hadi (785-786 M)
Al hadi merupakan putra sulung al mahdi. Seperti ayahnya ia sangat terbuka kepada semua orang di negrinya. Ia di anggap pengungasa yang selalu mendapat penerangan dan melanjutkan gerakan progesif dari para pendahulunya. Pemerintahanya yg pendek di timbulkan dengan sejumblah konflik militer dulu. Pemberontakan husain bin ali bin hasan pecah, saat husain menyatakan dirinya sebagai kholifah di madinah. Al hadi memedamkan pemberontakan dan membunuh husain dan kebanyakan pendukungnya, namun saudara husain melarikan diri ke maroko. Al hadi meninggal pada 786 M secara alamiyah. Kemudian al hadi di gantikan adiknya sendiri Harun ar rasyid.
5.
Harun ar-rasyid 786-809
Pada masa kepemimpinanya harun ar-rasyid memanfatkan kekayaan negara untuk keperluan sosial, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi. Pada masanya sudah terdapat paling tidak 800 dokter. Di samping itu, pemandian-pemandian umum juga dibangun. Kesejahteraan, sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi.
6.
Al amin (809-813M)
Setelah wafatnya harun ar-rasyid, al amin di angkat menjadi seorang khalifah. Pada masa kepemimpinan al amin terjadi perang saudara antara al amin dan al mak’mum yang menyebakan terbunuhnya al amin.
7.
Al mak’mun (813-833 M)
Almak’mum di kenal sebagai khalifah yang sangat cinta pada ilmu filsafat. Pada masa pemerintahanya, penerjemah buku-buku asing digalakan. Untuk menerjemahkan buku-buku yunani,ia mengkaji penerjemah dari golongan kristen dan penganut agama lain yang ahli. Ia juga banyak mendirikan sekolah,salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan baitul hikmah, pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Pada masa al muk’min inilah baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
8.
Al mu’tasim (833-842 M)
Pada masa kepemimpinannya khalifah al mu’tasim memberi peluang-peluang besar kepada orang-orang turki untuk masuk dalam pemerintahan, keterlibatan mereka di mulai sebagai tentara pengawal. Tidak seperti pada masa Daulah Umayyah, dinasti Abbasiyah mengadakan perubahan sistem ketentaraan. Praktek orang-orang muslim mengikuti perang sudah terhenti. Tentara dibina secara khusus menjadi prajurit-prajurit profesional. Dengan demikian, kekuatan militer dinasti Bani Abbas menjadi sangat kuat. Walaupun demikian, dalam periode ini banyak tantangan dan gerakan politik yang mengganggu stabilitas, baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Gerakan-gerakan itu seperti gerakan sisa-sisa Bani Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas, revolusi al-Khawarij di Afrika Utara, gerakan Zindiq di Persia, gerakan Syi'ah, dan konflik antarbangsa dan aliran pemikiran keagamaan, semuanya dapat dipadamkan.
9.
Al wasiq (842-847 M)
Watsiq bin Mu’tasim  ialah yang menjabat antara 842sampai 847. Ia menggantikan ayahnya al-Mu'tasim Billah, dan menunjukkan ketertarikan yang mirip dalam belajar; sehingga ialah pelindung besar para sarjana, seperti seniman. Ia termasyhur karena bakat musiknya sendiri, dan dianggap telah menyusun lebih dari 100 lagu. Selama masa pemerintahannya, sejumlah pergolakan berkobar, yang terbesar ialah diSuriah dan Palestinaakibat Pergolakan itu ialah bertambahnya jurang besar antara penduduk Arab dan prajurit Turki yang terbentuk oleh ayah al-Watsiq, al-Mutasim. Pergolakan itu dipadamkan, namun antagonisme antara kedua kelompok itu terus meluas dengan angkatan Turki mendapatkan kekuasaan.Al-Watsiq meninggal pada 847 karena demam tinggi, dan digantikan saudaranya al-Mutawakkil.
10.
abu fadl ja’far Al mutawakil (847-861 M)
Al mutawakil lahir pada 205 H. riwayat lain menyatakan pada 207 H. ia di lantik sebagai khalifah pada 24 djulhijah 232 H, setelah wafatnya al watsiq. Berbeda dengan para pendahulunya  yg cenderung kepada paham mutazilah, ia cenderung kepada ahlus sunnah. Hal ini dilakukanya dengan cara banyak membantu mereka yang memiki akidah dan pandangan ahlus sunnah.
11.
abu ja’far harun Al muntashir (861-862 M)
Al muntashir memiliki wajah manis,mata indah, hidung mancung, dan tinggi semampai. Dia sangat karismatik, cerdas, dan gemar melakukan kebaikan-kebaikan serta tidak suka berbuat zalim. Ia di lantik menjadi khalifah ke 11 bani abasyah pada syawal 247 H. Dia memberhentikan dua saudaranya. Al mu’taz dan al mu’ayad dari posisi sebagai putra mahkota setelah di tetapkan sebelumnya oleh al mutawakil. Ia berkerja sama orang-orang turki untuk merebut kekuasaan dengan cara membunuh ayahnya. Dia hanya memerintah selama kurang lebih 6 bulan oleh orang-orang turki yg dulu membantunya membunuh ayahnya sendiri.
12.
Abu abas ahmad al musta’in (862-866 M)
Al-Musta'in dikenal sebagai orang yang berperangai baik, memiliki sifat-sifat yang utama, sangat fasih berbicara, memiliki wawasan dan pandangan yang cukup luas, baik budi pekertinya, dan dekat dengan rakyat. Al-Musta'in merupakan penggagas pakaian lengan lebar yang luasnya sampai tiga jengkal. Ia adalah khalifah yang pertama kali mengecilkan topi yang sebelumnya berukuran panjang. Ketika dibaiat menjadi khalifah, usianya baru 28 tahun. Masa-masa emas kekuasaannya hanya berlangsung awal-awal 251 H. Al-Musta'in kemudian membunuh Wazir Washif dan Panglima Begha. Keduanya merupakan pemuka Turki yang sangat berpengaruh saat itu.
13.
Abu abdulah muhamad Al mu’taz (866-896 M)
Al-Mu'tazz  Naik tahta atas bantuan orang Turki, ia terbukti tepat sebagai murid orang Turki. Ia dikelilingi oleh kelompok-kelompok yang saling cemburu satu sama lain: DiSamarrah, bangsa Turki bermasalah dengan "bangsa Timur" Berber dan Moorsedangkan orang Arab dan Persia di Baghdad, yang telah mendukung al-Musta'in, saling membenci satu sama lain. Pertama kali khalifah ini memerintahkan pembunuhan khalifah sebelumnya al-Musta'in. Lalu saudaranya sendiri yang menjadi pewaris berikutnya. Saudaranya yang lain, Abu Ahmad, yang dengan gagah berani memimpin pasukan di perang terakhir di pihaknya, dimasukkan ke dalam penjara
14.
Abu isaq muhamad Al muhdi (869-870 M)
Al muhtadi  dihormati olehSultan Seljuk Sultan penaklukan Seljuk. Arab, dengan Kota Sucinya diambil alih dari Fatimiyah, dipuji lagi atas yuridiksi spiritual Bani Abbasiyah. Sultan memberikan puterindanya pada khalifah; dan pada kelahiran putranya, berharap bergabung dalam tahta umum. Namun mimpi itu tak berbuah. Sang permasisuri yang tidak puas meninggalkan negeri itu keIsfahan bersama bayuinya. Dan sultan sendiri menjadi cemburu pada campur tangan khalifah dalam urusan negara, mengharapkannya berhenti dan pensiun ke Bashrah; namun kematian Malik Shah setelah itu, membuat keinginan itu tak terwujudMalik Shah, yang selama masa pemerintahannya kekhalifahan diakui sepanjang kisaran meluas dari
15.
Abdul abas ahmad Al mu’tamid (870-892 M)
Al-Mu'tamid Alallah dilahirkan pada 229 H. Ibunya berasal dari Romawi bernama Fityan. Tatkala Al-Muhtadi khalifah sebelumnya terbunuh, Al-Mu'tamid sedang berada dalam penjara Jausaq. Ia pun dikeluarkan dan dilantik sebagai khalifah ke-15 Daulah Abbasiyah. Pada zamannya inilah terjadi pemberontakan orang-orang Zanj yang memasuki Bashrah dan wilayah-wilayah lain di sekitarnya. Mereka memasuki Bashrah dengan pedang terhunus, lalu melakukan pengrusakan, pembakaran kota dan penawanan kaum Muslimin. Pada saat itu terjadilah peperangan yang sangat hebat antara kedua pasukan. Komando pasukan tentara di pihak Al-Mu'tamid diserahkan kepada Al-Muwaffaq, saudaranya.
16.
Al mu’tadhidh (892-890 M)
Al Mu’tadid adalah penguasa pemberani dan energik. Ia juga begitu toleran terhadap masyarakat syi’ah yang dibuktikan dengan hadfiah besar kepada mereka dari pangeran Tabaristan. Ia tidak menunjukan sikap yang tak menyenangkan, seperti yang dilakukan pendahulunya. Tetapi terhadap Bani Umayah, ia memerintahkan Bani Umayah dicela di do’a umum dan melarang semua sebutan yang memuji mereka di debat-debat kelompok agama. Tetapi kemudian ia menarik titah tersebut. Ia meninggal setelah memerintah negaranya yang makmur selama 10 tahun, dan kekuasaan diteruskan oleh anaknya, Al Muktafi, putranya dari istrinya yang berasal dari seorang budak Turki.
17.
Abdul muhamad ali Al mu’tafi (902-905 M)
Secara jasmani ia termasuk laki-laki yg paling tampan dimasanya, berambut hitam, berjenggot lebat, dan rupawan. Al mu’tafi lahir pada rajab 246 H. Ia di lantik menjadi khalifah ketika ayahnya sakit. Beliau hanya memerintah selama 6 tahun, 6 bulan, 19 hari. Pada masa kepemimpinanya yg relatif singkat ada beberapa kejadian penting yg tercatat dalam sejarah antara lain gempa bumi di baghdad, dan badai besar di wilayah basrau. Pada 295 H terjadi pertempuran antara pasukan Almuktafi billah dan Al arisy. Ia meninggal dunia pada usia yang relatif muda. Ia wafat pada usia 31 tahun.
18.
Abdul fadlja’far Al muqtadir (905-932 M)
Al muqtadir lahir pada ramadhan 282 H. Di ceritakan, ibunya berasaldari keturunan romawi. Dia adalah khalifah termuda. Ia mulai memerintah sejak usia 13 tahun. Ia sendiri menangkap para fugaha dan pemimpin yg menyatakan pencopotan dirinya. Ia menyuruh rakyatnya untuk berbuat adil. Namun karna dia masih terlalu muda, maka banyak perkara yg ia serahkan kepada orang yg di anggap sanggup mengatasinya. Pada tahun 320  H muknis berhasilmembunuh Al muqtadir dengan memenggal kepalanya.
19.
Abu mansur muhamad Al Qahir (932-934 M)
Sesuai dengan namanya Al Qahir yang berarti gagah perkasa, khalifah yang satu ini di kenal berani dan gagah dalam peperangan. Ia di takuti dan di segani. Ia tak ragu-ragu menumpahkan darah musuhnya, namun ia juga tamak terhadap
20.
Abdul abas ahmad Ar radhi (934-940 M)
Ar radhi di kenal sebagai seorang yang terbuka dan dermawan, ilmunya luas dan seorang penyair yang fasih serta senang bergaul dengan para ulama. Ar radhi memiliki banyak keutamaaan. Antara lain adalah khalifah terakhir yang memiliki syair yang di bukukan, dan khalifah terakhir yang mampu melakukan kutbah jum’at. Dia adalah khalifah pertama yg duduk bersama rakyat (egaliter). Dia banyak melakukan langkah-langkah orang terdahulu, bahkan dalam berpakaian dia selalu meniru orang-orang terdahulu.
21.
Abu ishaq ibrahim Al muttaqi (940-944 M)
Al-Muttaqi Billah  Dia dilantik sebagai khalifah setelah kematian saudaranya.Saat dilantik, ia berumur tiga puluh empat tahun. Ibunya adalah mantan budak yang bernama Khalub, ada pula yang menyebutkan nama ibunya adalah Zahrah
22.
Abdul qasim abdullah Al mustakfi (944-946 M )
-Mustakfi bergelar Abu al-Qasim, dengan nama asliAbdullah bin al-Muktafi bin al-Mu'tadhid merupakan KhalifahBani Abbasiyah di Baghdad Dia diangkat oleh Tuzun, seorang jenderal Turki yang menurunkan dan membutakan khalifah sebelumnya al-Muttaqi.Dia dilantik pada bulan Safar tahun 333 H atau September 944, pada saat berumur 41 tahun. Tuzun meninggal pada masa pemerintahannya. Dia kemudian dicopot dari jabatan dan dipenjarakan hingga meninggal dunia pada tahun 338 H atau tahun 950.
23.
Al muthi’ilah (946-974 M)
Al-Muthi' Lillahi bergelarAbu al-Qasim dengan nama aslinya al-Fadhl bin al-Muqtadir bin al-Mu'tadhidmerupakan Khalifah Bani Abbasiyah di Baghdad yang berkuasa dari tahun 946sampai 974Dia dilahirkan pada tahun 301 H / 914, dan dilantik sebagai khalifah pada saat pencopotan al-Mustakfi bulan Jumadil Akhir 334 H atau Januari946.
24.
Abdul fadl abdul karim Al thai (974-991 M)
Pada masa pemerintahan Ath-Tha'i, pengaruh Syiah Rafidah semakin kuat di Mesir, Ketika Adhuh Ad-Daulah dinobatkan sebagai pemangku kesultanan, upacara dilakukan besar-besaran. Dia diarak keliling kota dengan memakai mahkota yang berhiaskan permata dan di pinggangnya disandangkan pedang. Dia diberi dua bendera. Salah satunya bendera dengan lapisan warna perak yang melambangkan kekuasaan bagi gubernur dan yang satu lagi berwarna keemasan yang menggambarkan kekuasaan bagi putra mahkota. Bendera kedua ini belum pernah diberikan kepada siapa pun sebelumnya. Pada 368 H, Ath-Tha'i memerintahkan seluruh penduduk agar setiap Subuh, Maghrib dan Isya, ditabuh genderang di muka rumah Adhud Ad-Dauhlah. Dia juga memerintahkan agar dalam setiap khutbah disebutkan namanya. Pada 369 H, Adhud Ad-Daulah meminta pada Ath-Tha'i agar memberikan tambahan gelar padanya dengan julukan Taajul Millah. Dia meminta penobatan baru dan meminta agar diberikan mahkota. Ath-Tha'i memenuhi permintaannya.
25.
Abdul abas ahmad Al Qadir (991-1030 M)
Pelantikan Khalifah Al-Qadir disambut suka cita oleh seluruh penduduk negeri. Sebab sebelum dilantik sebagai khalifah, Al-Qadir dikenal berbudi mulia, memiliki komitmen keagamaan yang mantap, memiliki wibawa, selalu melakukan shalat tahajud, banyak melakukan tindakan-tindakan terpuji, dan banyak bersedekah.
Pada bulan Syawwal, terjadilah kesepakatan antara Al-Qadir dengan Baha Ad-Daulah. Mereka saling bersumpah untuk menepati kesepakatan. Khalifah Al-Qadir memberikan tugas khusus kepadanya.
Pada 394 H, Baha Ad-Daulah menugaskan Asy-Syarif Abu Ahmad Al-Husain bin Musa Al-Musawi untuk menjabat di pengadilan dalam masalah-masalah haji, pidana, dan masalah-masalah perdata. Baha Ad-Daulah menuliskan hal ini dari Syairaz. Namun Asy-Syarif tidak melaksanakannya karena tidak mendapat izin dari Al-Qadir.
26.
Al Qayyim (1070-1075 M)
Ibnul Qayyim adalah orang yang pandai dan menguasai masalah madzhab, ilmu-ilmu keislaman, ushuludin, tafsir, hadits, fikih dan ushul fikihnya, bahasa Arab, ilmu kalam, nahwu, dan biografi.Selain itu beliau juga pandai mencerna perkataan para ahli sufi, isyarat-isyarat dan rahasia-rahasianya. Beliau seorang yang brilian serta sering memberikan fatwa.
Ketika Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah kembali dari Mesir pada tahun 712 H, beliaulah yang selalu menyertainya sampai Syaikh wafat.
27.
Al muqtadi (1075-1094 M)
Al-Muqtadi . Ia dihotmati oleh Sultan Seljuk SultanMalik Shah, yang selama masa pemerintahannya kekhalifahan diakui sepanjang kisaran meluas dari penaklukan Seljuk.Arab, dengan Kota Sucinya diambil alih dari Fatimiyah,dipuji lagi atas yuridiksi spiritual Bani Abbasiyah. Sultan memberikan puterindanya pada khalifah; dan pada kelahiran putranya, berharap bergabung dalam tahta umum. Namun mimpi itu tak berbuah. Sang permasisuri yang tidak puas meninggalkan negeri itu keIsfahan bersama bayuinya. Dan sultan sendiri menjadi cemburu pada campur tangan khalifah dalam urusan negara, mengharapkannya berhenti dan pensiun ke Bashrah namun kematian Malik Shah setelah itu, membuat keinginan itu tak terwujud.
28.
Al mustazhir (1094-1118 M)
Al-Mustazhir memiliki perilaku lembut, berakhlak mulia, dan berlaku baik kepada setiap orang. Ia banyak beramal saleh, tulisannya indah, dan tidak ada seorang pun yang mampu menyamainya. Selain itu, ia dikenal sebagai sosok yang mencintai ulama dan orang-orang saleh. Namun demikian, kekhilafahannya tidaklah mulus. Bahkan pemerintahannya selalu berada dalam guncangan yang terus-menerus. Di awal pemerintahannya, Al-Mustansir Al-Ubaidi, seorang pemimpin Syiah yang berkuasa di Mesir meninggal dunia. Dia digantikan anaknya, Al-Musta'li Ahmad. Di tahun ini, orang-orang Romawi berhasil merebut Balansiyah.
29.
Al mustarsyid (1118-1135 M)
Al-Mustarsyid Billah bergelarAbu Manshur dengan nama aslial-Fadhl bin al-Mustazhir Billahadalah Khalifah Bani Abbasiyahdi Baghdad dari tahun 1118sampai 1135. Dilahirkan pada bulan Rabiul Awal 485 H atau April 1092 dari seorang ibu yang mantan budak. Dia dilantik sebagai khalifah tatkala ayahnya meninggal dunia pada bulan Rabiul Awal 512 H atau Juli 1118. Al-Mustarsyid terbunuh di Muraghah pada hari Kamis tanggal 16 Dzulkaidah tahun 529 H / 28 Agustus 1135.
30.
Ar Rasyid (1135-1136 M)
Al-Ma'mun ar-Rasyid  lahir14 September 786 atau 15 Rabiul Awal 170 H dan meninggal pada 9 Agustus833 bergelar Abu al-Abbasdengan nama asli Abdullahbin ar-Rasyid bin al-Mahdiadalah seorang khalifah Bani Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 813 sampai 833, ia meninggal pada usia 48 tahun. Al-Ma'mun adalah putera dari putra dari Khalifah Harun Ar-Rasyiddan saudara dari khalifah sebelumnya Al-Amin.
31.
Al muktafi billah (1136-1160 M)
al-Muktafi adalah anak al-Mu'tadhid (892-902) dengan seorang budak Turki. Selama masa pemerintahannya yang sekitar 6 tahun, khilafah mendapat ancaman dari sejumlah bahaya yang dengan gagah berani dihadapi dan dipecahkan. Yang paling utama berasal dari Qaramitha, salah satu cabang Ismailiyah yang mulai berkembang selama tahun-tahun terakhir. Setelah masa pemerintahan bergolak selama 6-7 tahun, al-Muktafi bisa melihat-lihat dan mengetahui bahwa khilafah lebih aman daripada masa pemerintahan al-Mu'tasim Billah. Salah satu tindakan terakhirnya aalah kematian pangeran Samaniyan, yang mengakui suksesi puterandanya di Khorasan, dan menyampaikan padanya bendera yang ditempelkan dengan tangannya sendiri. al-Muktafi digantikan oleh saudaranya al-Muqtadir (908-932).
32.
Al mustanjid (1115-1170 M)
Al-Mustanjid  bergelar Abu al-Muzhaffar dengan nama asliYusuf bin al-Muqtafi adalahkhalifah Bani Abbasiyah diBaghdad. dari Dia dilahirkan pada tahun 508 H / 1115, dari seorang ibu yang mantan budak berasal dari Karji bernama Thawus, kemudian dinobatkan oleh ayahnya pada tahun 547 H/ 1152 sebagai putera mahkota. Salah seorang dari istri al-Muqtafi menginginkan puteranya yang menjadi khalifah. Ia memperoleh dukungan dari banyak Amir, dan mempersenjatai budak-budak perempuannya dengan pisau untuk membunuh khalifah yang baru. Al-Mustanjid mengetahui hal ini, kemudian mempenjarakan saudara dan ibu tirinya tersebut.
33.
Al mustad’I (1170-1180 M)
Khalifah ini di kenal penyabar, hati-hati dan lemah lembut. Tatkala di angkat sebagai khalifah, dia memberi hadiah kepada pembesar negri dan yang lain, dalam khutbah-khutbah di baghdad, ia selalu di sebut-sebut dia memberi uang kepada rakyatnya.
34.
An Nashir (1180-1225 M)
Khalifah an nashir merupakan khalifah yang memerintah dalam kurun paling lama, yaitu hampir 46 tahun. Masa pemerintahanya di warnai dengan kestabilaan dan kemuliaan serta keagungan. Tak satu pun yg melakukan pemberontakan kecuali berhasil di taklukanya. An nashir di kenal juga cenderung melakukan tindakan kontroversial dan juga berpihak pada syi’ah imamsiyah. Padahal perbuatan ini tak di lakukan oleh para khalifah sebelumya.
35.
Abu nasr muhamad Azh-zhahir (1225-1226 M)
Azh-Zhahir Biamrillah bergelar Abu Nashr dengan nama aslinya Muhammad bin an-Nashir Lidinillahadalah Khalifah Abbasiyahdi Baghdad. Ia adalah puteraAbul 'Abbas Ahmadun Nashir li Dinillah.
Di masapemerintahannya, ia menurunkan pajak, dan membangun pasukan yang kuat. Sedikit yang bisa diceritakan tentangnya (dan khalifah berikutnya) selain ia hangat dan saleh. Perang Salib tetap berlarut-larut, sedangkan pewaris Saladinberselisih di antara mereka sendiri. Ia meninggal pada10 Juli 1226, 9 bulan setelah pemerintahannya
36.
Abu ja’far Al munstansir (1226-1242 M)
Azh-Zhahir Biamrillah bergelar Abu Nashr dengan nama aslinya Muhammad bin an-Nashir Lidinillahadalah Khalifah Abbasiyahdi Baghdad. Ia adalah puteraAbul 'Abbas Ahmadun Nashir li Dinillah. Di masapemerintahannya, ia menurunkan pajak, dan membangun pasukan yang kuat. Sedikit yang bisa diceritakan tentangnya (dan khalifah berikutnya) selain ia hangat dan saleh. Perang Salib tetap berlarut-larut, sedangkan pewaris Saladinberselisih di antara mereka sendiri. Ia meninggal pada10 Juli 1226, 9 bulan setelah pemerintahannya640 H.
37.
Al-musta’ shim (1242-1258)
Al-Musta'shim Billah bergelarAbu Ahmad dan bernama lengkap Abdullah bin al-Mustanshir Billah (lahir 1213 -20 Februari 1258). Dilahirkan pada tahun 609 H / 1213,beribukan seorang mantan budak yang bernama Hajar. Dilantik sebagai khalifah setelah kematian ayahnya. Diriwayatkan ia merupakan sosok yang pemurah, penyabar, batinnya sehat dan agamanya baik. Pada masanya, wilayah Kedaulatan Islam sedang terancam penyerbuan bangsa Mongol, bahkan beberapa wilayah Kedaulatan Islam telah jatuh ketangan Bangsa Mongol. Sementara di Andalusia, wilayah kedaulatan Islam sudah menyempit, sehingga akhirnya tinggal Granada saja yang tersisa. Sementara pertikaian yang melanda Kesultanan Ayubiyah turut memperlemah Kedaulatan Islam.